Belajar STEM dengan AR mungkin akan menjadi suatu hal yang menarik bagi anak-anak, terlebih lagi media belajar ini berupa mainan dengan balutan teknologi Augmented Reality. Karena pada dasarnya, anak zaman sekarang membutuhkan hal lebih untuk benar-benar serius belajar, dan AR merupakan ‘hal lebih’ yang powerful. Dan di era perkembangan teknologi yang pesat saat ini, anak-anak generasi masa kini kian tumbuh menjadi generasi yang lebih cerdas dan kritis. Terutama dalam menggunakan dan menikmati teknologi digital.

Metode pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) ini sangat penting dalam perkembangan anak usia dini karena metode pelajaran ini menekankan pada pembelajaran aktif, menstimulasi anak dalam memecahkan suatu masalah.

Mengajar pembelajaran STEM dapat menjadi sulit bagi para guru karena terdapat banyak konsep yang abstrak dan sulit untuk dijelaskan dengan benar (misalnya struktur molekul, kimia atau 3D geometris). 

Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality sebagai metode pendukung dalam proses pembelajaran STEM untuk anak-anak.

belajar stem dengan AR

Baca juga: Mainan Augmented Reality Untuk Memaksimalkan Potensi Belajar Anak

Augmented Reality (AR) adalah teknologi  yang menggabungkan dunia fisik dan digital secara real time. Pengguna dapat mengalami teknologi melalui perangkat mobile, kacamata AR dan baru-baru ini juga bisa dilakukan melalui hologram. Sepanjang dekade terakhir, ratusan penelitian telah menerapkan AR dalam lingkungan pendidikan, membuktikan bahwa teknologi ini dapat bermanfaat bagi hasil belajar siswa. Jadi, mampukah AR membantu pendidikan STEM, dan apakah belajar STEM dengan AR merupakan solusi untuk meningkatkan kecerdasan anak?

Teknologi AR memiliki kemampuan untuk membuat objek yang sulit dibayangkan dan mengubahnya menjadi model 3D, sehingga memudahkan anak-anak untuk memahami konten abstrak yang sulit untuk dijelaskan. Ini sangat baik untuk pelajar visual dan praktis lainnya yang sejenis untuk menerjemahkan materi teori menjadi konsep nyata.

Selain itu, kelebihan dari Augmented Reality adalah memiliki tampilan visual yang menarik, karena dapat menampilkan objek 3D beserta animasinya yang seakan-akan ada pada lingkungan nyata dan disandingkan dengan informasi tentang objek 3D yang berupa suara, diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran bagi anak-anak di usia dini.

ar tingkatkan minat belajar anak

Salah satu praktik penggunaan teknologi AR sebagai media pembelajaran adalah dalam melakukan eksperimen sains, dimana sering kali mahal karena membutuhkan banyak peralatan, bahan, dan langkah-langkah keselamatan bagi guru dan siswa. AR dapat menampilkan simulasi laboratorium virtual di ruang kelas dimana siswa dapat berinteraksi dengan materi virtual dengan aman dan tidak mahal biaya.

Hal ini membuat pendidik di seluruh dunia sadar akan manfaat AR dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dan menganggap belajar STEM dengan AR sebagai opsi yang sangat layak untuk dilakukan, dan berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih menarik dan mendalam bagi anak-anak.

Pendidik tahu betul bahwa proses pembelajaran harus melibatkan motivasi dan interaksi, dan belajar STEM dengan AR merupakan cara efektif untuk memaksimalkan proses belajar tersebut, yang tentunya akan membuat anak-anak tertarik dan berminat untuk belajar, dan inilah bukti bahwa AR dapat membantu proses pembelajaran STEM.


Mainan AR meningkatkan minat belajar anak di usia dini

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Konten animasi AR di kelas dapat menarik perhatian siswa serta memotivasi mereka untuk belajar. Dengan memasukkan konten AR (misalnya gambar, video, dan model 3D visual) ke dalam pelajaran, guru dapat melibatkan siswa ke dalam proses belajar serta memberi mereka pemahaman yang lebih luas tentang topik tertentu.

Pembelajaran STEM yang dipadukan dengan teknologi Augmented Reality akan sangat membantu untuk proses pembelajaran dan sangat cocok untuk anak di Indonesia, karena proses pembelajaran ini memastikan umpan balik instan, visualisasi, dan memberikan pengalaman yang baru bagi anak-anak.